Kisah Nyata, Paus Lindungi Penyelam dari Serangan Hiu

Sebuah video tidak biasa mencuri perhatian publik. Video tersebut menunjukkan momen saat seekor paus bungkuk melindungi seorang penyelam dari serangan hiu.

Penyelam tersebut adalah Nan Hauser, ahli biologi. Hauser sedang berenang di lepas pantai Rarotonga, Kepulauan Cook, Pasifik Selatan, saat hewan besar tersebut mencegah serangan “berpotensi mematikan” dari hiu macan berukuran 4,5 meter itu.

Hauser menyebut peristiwa tersebut membuktikan sifat intuitif paus untuk melindungi spesies lain, termasuk manusia. Dia juga percaya bahwa peristiwa semacam ini belum pernah tertangkap kamera sebelumnya.

Dalam video berdurasi 2 menit 58 detik tersebut terlihat mamalia besar itu melindungi perempuan 63 tahun tersebut di bawah siripnya. Hauser menyebut hal itu terjadi selama 10 menit.

Awalnya, Hauser menyangka itu dilakukan sang paus karena ada paus lain. Baru kemudian dia menyadari bahwa ada seekor hiu macan di dekatnya, dan paus tersebut mengusir ikan hiu itu dari sana.

“Saya telah menghabiskan waktu selama 28 tahun terakhir untuk melindungi paus, dan pada saat ini, saya bahkan tidak menyadari bahwa mereka melindungi saya,” ungkap Hauser dikutip dari The Independent, Selasa (09/01/2018).

Hauser menyamakan sifat altruistik paus tersebut dengan petugas pemadam kebakaran yang bergegas menyelamatkan orang tanpa memedulikan dirinya sendiri. Setelah mempelajari paus selama 30 tahun, Hauser mengatakan belum pernah melihat perilaku paus seperti itu sebelumnya.

“Saya tidak yakin apa yang paus itu lakukan saat mendekati saya, dan ia tidak berhenti mendorong saya selama 10 menit. Rasanya seperti berjam-jam. Saya sedikit pusing,” katanya.

“Saya mecoba melarikan diri darinya karena takut jika ia menabrak saya terlalu keras, atau memukul saya dengan sirip atau ekornya, itu akan menghancurkan tulang saya dan membuat organ saya pecah. Jika ia memeluk saya di bawah sirip, saya akan tenggelam,” sambungnya.

Namun, Hauser mencoba untuk tidak panik dan tetap tenang menghadapi ketakutannya. Saat itu, seekor paus kedua juga datang dan mengusir hiu tersebut dengan menampar ekornya.

Tim penyelam lain yang menyertai Hauser bahkan meninggalkan kamera drone mereka karena “tidak ingin memfilmkan kematian saya,” kata Hauser.

Hauser sebelumnya pernah mendengar perilaku altruistik paus bungkuk sebelumnya dalam melindungi spesies lain seperti anjing laut, lumba-lumba, atau paus muda. Namun, para ilmuwan belum pernah melihat paus bungkuk yang melindungi manusia.

Ahli biologi tersebut kini berharap dapat membagikan rekaman tersebut untuk memperluas penelitian dan kesadaran terhadap tindakan semacam itu pada paus.

“Ada sebuah makalah ilmiah yang dipublikasika tentang paus bungkuk untuk melindungi spesies lain oleh Robert Pitman. Misalnya, mereka menyembunyikan hewan yang dilindunginya di bawah sirip untuk melindungi dari paus pembunuh. Mereka benar-benar menampilkan altruisme,” katanya.

BAGIKAN